A. Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share
(TPS) pada Tanggal 25 oktober 2014
1. Langkah
– Langkah dalam pembelajaran.
Seorang guru memulai dengan
pembukaan salam dan berdoa bersama. Selanjutnya guru memberi sebuah pertayaan
yang berkaitan dengan materi pelajaran dan guru meminta siswa memikirkan
jawabannya secara individu untuk mengetes sesaat. Dan kemudian guru membagi
siswa dalam beberapa kelompok dan memberi tugas kepada semua kelompok, dan
setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugas sendiri, disini siswa juga
berpasangan dengan teman kelompoknya dan berdiskusi bersama, setelah itu
jawabannya di bandingkan dengan teman sekelompoknya yang lain sesuai jawaban yang
benar. Lalu guru meminta kepada siswa untuk maju kedepan dan menjelaskan di
depan kelas apa yang telah mereka diskusikan bersama. Tahap akhir seoran guru
memberi penghargaan atau sebuah nilai
kepada siswa yang aktif secara individu
maupun secara kelompok, berdasarkan jawaban yang benar terutama pada saat presentasi maju kedepan
menjelaskan ke semua teman sekelasnya.
2. Hal
– hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran ini seorang guru harus jeli
melihat siswanya dalam pembentukan
kelompokan supaya tidak terjadi kececoakan dan juga seharusnya siswa juga tidak
boleh memilih sendiri pasangan kelompoknya. Karena siswa yang cenderung pintar
akan memilih pasangan yang pintar juga,
3. Kelebihan
tipe ini siswa dapat memecahkan masalah, memahami materi secara berkelompok dan
saling membantu dalam memecahkan masalah yang terjadi dalam kelompok dan siswa
dapat membuat kesimpulan dan mempersentasikan di depan kelas. Dan dengan ini
siswa akan terbiasa dengan bertukar pendapat dan pemikiran dengan teman lainnya
dalam kelompoknya dan siswa juga dapat mengajukan pertanyaan kepada guru atau
keteman sekelompoknya mengenai materi yang telah disampaikan jika masih kurang
paham atau belum mengerti, sedangkan kelemahanya membutuhkan perhatian kusus
dari gurunya untuk penggunaan kelas, siswa yang lemah lebih menggantungkan pada
teman sekelompoknya, jumlah siswa yang ganjil akan membuat kelompok lain merasa
iri atau tidak adil.
4. Peran
guru dalam pembelajaran ini sebagai fasilitator. Guru mendorong siswa untuk
mengembangkan potensi secara optimal. Materi yang sudah disiapkan oleh gurunya
melainkan siswa sendirilah yang harus lebih aktif untuk mengembangkan kemampuan
berfikir mereka dan siswa harus bertanggung jawab atas hasil belajarnya
sendiri. Disini peran siswa hanya sebagai pemain.
B. Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads
Together (NHT) pada Tanggal
2 oktober 2014
1. Langkah
– Langkah dalam pembelajaran,
Dalah pembelajaran ini guru
mempersiapkan rencana pembelajaran dengan scenario untuk membentuk sebuah
kelompok dan setiap kelompok terdiri 4 orang siswa. Guru memberi nomor kepada
setiap siswa dalam kelompok an nama kelompok yang berbeda. Kelompok yang
dibentuk merupakan campuran dari siswa – siswi yang tidak di dasari dari
kepinterannya. Selain itu juga guru memberikan sebuah buku LKS dan guru meminta
anggota kelompok untuk saling bekerja
sama dalam mengerjakan soal yang terdapat dalam LKS. setelah selesai dikerjakan
guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang
sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawanban dan menjelaskan kepada teman
sekelasnya. Kemudian guru memberi kesimpulan jawaban dari semua pertanyaan yang
berkaitan dengan materi yang disajikan.
2. Hal
– hal yang harus diperhatikan dalam pembelajarn ini pada saat membuat kelompok
harus ada keragaman maksudnya dalam suatu kelompok ada yang cenderung pintar
dan cenderung lemah sehingga yang puntar bisa mengajari atau membantu yang
lemah, supaya siswa bisa bekerja sama dalam proses pembelajaran dan siswa juga
harus mempunyai rasa tanggung jawab secara individu dan taggung jawab sebagai
anggota kelompok, bukan hanya itu saja
kelas yang terlalu sempit itu juga harus diperhatikan karena akan menghambat
proses pembelajaran karena akan terjadi suasana kegaduhan sehingga pembelajran
akan berjalan dengan tidak baik atau tidak nyaman.
3. Manfaat
dari pembelajaran ini untuk siswa yaitu dapat meningkatkan pretasi belajar
siswa, mampu memperdalam belajar siswa, mengembangkan sikap kepemimpinan
siswa, mengembangkan rasa ingin tau
siswa, meningkatkan rasa percaya diri siswa, mengembangkan rasa saling memiliki
antar siswa.
4. Kelebihan
dalam pembelajaran ini yaitu terjadinya interaksi antara siswa melalu diskusi
secara bersama dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya. Disini
siswa pandai atau siswa lemah sama – sama mendapat manfaat kesempatan untuk
bertanya, berdiskusi dan mengembangkan bakatnya yang terdapat dalam diri siswa.
Sedangkan kelemahan disini siswa yang pandai akan mendominasi sehingga siswa
yang lemah akan merasa minder, proses pembelajarn ini akan berjalan dengan baik
apabila siswa yang hanya menyalin pekerjaan siswa lain tanpa akan memiliki
pemahaman bagaimana cara mengerjakan soal, bukan hanya itu saja pada saat
pengelompokan siswa bergantian posisi sehingga akan membuang waktu dengan
percuma.
5. Peran
guru dalam pembelajaran ini hanya sebagai fasilitator yaitu hanya menyampaikan
materi dan membantu siswanya untuk memahami materi yang telah disampaikan
membantu memecahkan msalah yang terjadi dalam proses pembelajaran. Bukan hanya itu saja guru juga
membentuk siswa untuk berkelompok, dan mengarahkan siswa untuk bekerja sama
satu sama lain dalam kelompok.
C. Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsow pada Tanggal 9 oktober 2014
1. Langkah
– Langkah dalam pembelajaran ini.
Seorang guru sebelum memulai
pembelajaran seorang guru membuka dengan salam dan berdo’a bersama, kemudian guru
menyampaikan materi dan memberi beberapa contoh beserta jawabannya ke siswa. Setelah
selesai memberi meteri dan contoh soal,
guru memberikan soal kepada siswa dan siswa harus mengerjakan soal secara
individu hanya dalam 10 menit, setelah waktu yang di berikan habis, soal dan
jawabannyapun diminta kembali oleh gurunya.
2. Hal
– hal yang harus diperhatikan seorang guru disini.
Seorang guru harus lebih dulu memahami materi yang akan
disampaikan kepada siswanya, seorang gurupun juga harus memiliki wawasan yang
luas jika seorang siswa ada yang bertanya kepada gurunya yang tidak ada
kaitanya dengan materi yang disampaikannya maka seorang guru bisa menjawab
dengan benar. Jumlah siswa yang terlalu banyakpun juga, guru harus memperhatikan
karna akan terjadi keributan dalam kelas
apa lagi jika kelasnya terlalu sempit
siswa akan meras tidak nyaman oleh karena itu guru harus benar – benar
memperhatikan siswa – siswinya dengan seksama. Jika dalam pembelajaran siswa tidak
berisik dan main – main sendiri pembelajaran akan berjalan dengan baik dan
sesuai apa yang telah direncanakan oleh gurunya materi yang di sampaikanpun
akan mudah dipahami dan dimengerti
dengan baik oleh siswannya.
3. Kelebian dalam pembalajaran ini dapat
meningkatkan kerjasama antara siswa satu dengan siswa yang lain untuk
mempelajari materi yang telah disampakan oleh gurunya. Bukan hanya itu saja siswa
juga saling bisa menerima keragaman dan saling menjalin hubungan baik dengan
kelompoknya ataupun dengan kelompok lain. Dalam hal ini Seorang siswapun jaga
dapat memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan tanggung jawab
sebaga anggota kelopok maka akan terjadi kerjasama yang baik. Disini siswa juga
tidak hanya diberi penjelasan oleh gurunya namun siswa juga bisa memberikan
kepada teman kelompoknya jika masih ada siswa lain yang belum mngerti, dengan
siswa member tau kepada siswa lain ini akan berjalan dengan sangat baik karena
siswa akan leluasa bertanya dengan temannya sendiri dan temanyapun akan dengan
mudah menjelaskan tanpa ada rasa ragu atau takut. Sedangkan kekurangan dalam
pembelajaran ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyampaikan
materi yang telah disiapkan oleh gurunya agar siswa mudah memahami dan
mengerti, jika dalam suatu kelompok ada yang kurang satu orang atau lebih
sedangkan yang lain sama itu akan menimbulkan rasa iri dan merasa tidak adil
dengan pembagian kelompok. Disini juga guru kurang meyakinkan siswa mampu untuk
berdiskusi dengan teman sekelompoknya. Bukan hanya itu saja di setiap pembagian
kelompok pasti akan terjadi keributkan dikarenakan ruangan yang sepit dan
pergantian posisi sehingga akan memperlampat proses pembeajran dan akan
membuang waktu dengan sia – sia.
4. Peran guru
Ø Sebagai fasilitator
Ø Sebagai motifator
Ø Sebagai pembimbing pada proses
pembelajaran berlangsung
D. Model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievent Divisio (STAD) pada Tanggal
9 oktober 2014
1. Langkah – langkah dalam pembelajaran
ini.
Seorang
guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama yang dipimpin oleh
ketua kelasnya, lalu guru menyampaikan materi dan member beberapa contoh soal
disertai jawaban dan cara mengerjakannya. Gurupun kebali memberikan soal kepada
siswanya untuk dikerjakan secara individu dalam kurun waktu 10 menit. Setelah
waktu habis soal yang diberikannya diminta kembali beserta jawabannya tanpa
melihat siswa selesai tidaknya dalam mengerjakan soalnya. Dan guru meminta
perawakilan salah satu dari siswa maju kedepan untuk mengerjakan soalnya dan
guru mengoreksi langsung jawaban siswa tersebut setelah siswa kembali ke tempat
duduknya. Kemuidan guru membagikan selembar kertas yang berisi soal – soal
namun kali ini dalam mengerjakannya secara kelompok dengan diberi waktu lebih
sedikit karena dalam mengerjakan soal bisa di bagi dengan teman sekelomponya
sehingga waktu untuk mengerjakannya lebih cepat. Dan setiap kelopok harus ada
perwakilan untuk maju keedepan untuk megerjakan soalnya. Setelah selesai guru
mengoreksi secara langsung dan guru memberikan sebuah penghargaan bagi kelompok
yang kompak dalam mengerjakan tugasnya dengan diberi tepuk tangan.
2. Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran ini.
Guru
harus lebih memahami dulu materi yang akan disampaikan kepada siswanya, dan
seorang gurupun juga harus sering – sering mengontrol siswanya supaya dalam
pembelajarn akan berjalan dengan baik dan suasana kelas akan terasa nyaman.
Disini seorang guru juga dituntut untuk menjawab pertanyaan dan menjelaskan
kembali dari pertanyaan atau permintaan seorang siswa - siswinya yang belum mengerti
atau belum paham dengan materi yang telah disampakan.
3. Kelebihan dalam pembelajaran ini
seorang guru dapat lebih memperhatikan siswa – siswinya secara individu
belajarnya, guru juga dapat mengembakang bakat yang dimiliki siswanya bukan
hanya itu saja seorang guru juga memberikan kesempatan siswinya untuk saling
berinteraksi dengan siswa yang lain dan guru memberkan kesempatan kepada
siwanya untuk bertanya langsung apa yang tidak dimengerti oleh siswanya atau
memecahkan masalah yang sedang dihadapi siswanya. Disini guru juga mengarahkan
siswa untuk sling mengahragi, menghormati satau sama lain dengan kelompoknya
ataupun dengan kelompok lain.sedangkan kelemahannya dalam pembelajaran ini akan
membutuhkan waktu yang cukup lama dan seorang guru disini di tuntun untuk
secara aktif dalam proses pembelajaran supaya tidak terjadi keributan dalam
pembagian kelompok atau pemecahan masalah yang dialami oleh siswa saat
mengerjakan soal – soal yang diberikan oleh gurunya.
4. Peran guru dalam pembelajaran ini guru hanya berperan
menyampaikan materi yang telah disiapkan untuk siswanya bukan hanya itu saja
guru juga membentuk siswa untuk berkelompok, dan mengarahkan siswa untuk saling
bekerja sama satu sama lain dalam kelompok. Guru juga tak lupa membantu
siswanya yang bertanya tanpa harus palah pilih pertanyaan dari siswanya.
E. Model pembelajaran kooperatif tipe Group
Investigasi (GI) pada Tanggal 16 oktober 2014
1. Langkah
– Langkah dalam pembelajaran
Seorang guru memulai pembelajran
dengan salam dan berdoa, kemudian mengulangi beberapa materi seminggu
sebelumnya sebelum member ikan soal kepada siswanya, setelah selesai mengulang
materi guru membagi siswa dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok berjumlah
6 anak. Kemudian guru memberikan soal dan tiap soal yang diberikan berbeda
dengan kelompok lain sehingga tidak akan mudah terjadi conntek menyontek dalam
proses pembelajaran ini karena waktu yang diberikan hanya 5 menit saja untuk
mengerjakannya. Setelah selesai guru meminta satu perwakilan dari setiap
kelompok untuk menyampaikan hasil pembahasannya dari soal yang diberikan oleh
gurunya. Sedangkan kelompok lain dapat member tanggapan terhadap hasil jawaban
kelompok yang maju. Tidak hanya itu saja guru juga meminta setiap kelompok
untuk member kesimpulan dari jawaban yang sudah di presentasikan oleh teman
sekelasnya dan guru tak lupa memberikan penjelasan singkat untuk jawaban yang di paparkan depan kelas
dan membrikan kesimpulan akhir dari jawaban yang benar.
2. Hal
– hal yang harus diperhatikan.
Dalam pembelajran ini upaya untuk
meningkatkan pembelajaran yang sesuai, guru seharusnya lebih kreatif dan
mengendalika suasana kelas dalam keadaan menyenangkan sehingga disini siswa
dapat memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Maka guru harus mampu
membuat motifasi untuk semua siswa.
3. Kelebian dalam pembalajaran ini
secara pribadi guru member kebebas untuk
siswanya dan guru juga member semangat kepada siswanya untuk berinteraksi, kreasi dan aktif dalam
proses pembelajaran dan ini akan membuat siswa memiliki rasa percaya dirinya
meningkat dari sebelumnya untuk memecahkan atau menangani suatu masalah yang
terjadi dalam dirinya, kalo secara kelompok pembelajaran ini dapat meningkatkan
kerja sama, belajar berkomunikasi baik dengan teman sekolompok atupun dengan
gurunya sendiri. Disini juga mengajarkan siswa untuk saling menghargai pendapat
dari teman sekelompoknya dan bisa membuat keputusan yang tepat untuk
kelompoknya. Sedangkan kekuragan dalam pemebelajran ini guru hanya memberi
sedikit materi yang disampaikannya dan guru juga sulit member penilaian secara
individu kesiswanya karena dalam proses diskusi kelompok sering terjadi tidak
sesua apa yang diharapkan gurunya tau tidak berjalan efektif.
4. Peran guru disini menyediakan sumber
dan fasilitator. Guru membentuk sebuah kelompok yeng terdiri dari 5 atu 6 orang
tiap kelompok. Guru juga mengisijikan siswa memilih kelompok sesuai dengan
keinginnnya sendiri. Bukan hanya itu saja disini guru lebih memperhatikan siswa
dalam mengatur pekerjaan dan membantu jika siswanya menemukan kesulitan dalam
mengatasi masalah yang terjadi dalam kelompok
F. Model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay – Two
Stay (TS – TS) pada Tanggal
23 oktober 2014
1. Langkah
– Langkah dalam pembelajaran.
Seorang guru mencoba mengajak
bermain siswanya untuk focus otak dengan jari – jarinya lalu guru membagi
siswanya untuk menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5
orang. Kemuian guru memberi dua soal kepada kelompok yang sudah dibentuk dan
tiap kelompok mendapat soal yang berbeda dengan kelompok yang lain. Setelah
selesai mengerjakan setiap kelompok diminta 2 perwakilan untuk menjadi tamu
dikelompok lain dan yang menjadi tamu mencoba menjelaskan ketuan rumah dari
hasil kerja kelomponya. Setelah tuan rumah mengerti yang dijelaskan oleh
tamunya guru meminta 2 orang dari tuan rumah maju kedepan untuk menjelaskan
kesemua temannya.
2. Hal
– hal yang harus diperhatikan seorang guru disini. yaitu sebelum pembelajaran guru
harus menyiapkan pemebentukan kelompok yang harus heterogen supaya siswa akan
memberikan kesempatan untuk saling kerja sama dan saling mendukung satu sama
lain dalam mengerjakan tugasnya. Dan guru akan mudah memandu jalan pembelajaran
Karen salah satu dari kelompok ada yang bisa membantu kelompok yang lain.
3. Kelebian dalam pembalajaran ini
siswa dapat berpikir secara aktif dan dapat meningkatkan motifasi dan hasil
beljar siswa karena guru memberikan kesempatan siswa untuk menentukan konsep
sendiri dalam memecahkan masalah dan juga guru membiarkan siswa untuk saling
berkomunikai dengan teman sekolompoknya supaya siswa bisa saling terbuka
terhadap teman sekelopoknya sehingga akan meningkatkan motifasi atau semangat
belajar siswa sedangkan kelemahannya yaitu proses pembelajaran ini membutuhkan
waktu yang cukup lama apa lagi dengan siswa yang cenderung pendiam ini akan
mempengaruhi proses pembelajaran dalam kelomponya karena akan sulit dalam kerja
sama dalam kelompoknya. Ini akan mempersulit guru untuk mengelola kelas dengan
baik.
4. Peran guru dalam proses pembelajaran
ini guru hanya mengarahkan siswa untuk membangun sendiri pengetahuannya dengan
memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam proses belajar dan mengajar.
Disini siswa juga menjadi pusat belajarnya oleh karena itu guru disini hanya
member kesempatan siswanya untuk menemukan dan menerapkan idenya sendiri dan
mengarahkan siswa untuk bekerja dengan setrateginya masing – masing dalam
proses belajar.
G. Model pembelajaran kooperatif tipe Team Assited
Iindividualization (TAI) pada Tanggal
23 oktober 2014
1.
Langkah – Langkah dalam
pembelajaran
Sebelum memulai pelajaran guru
harus menyiapkan materi yang akan disampaikan kemudian guru member tes awal
atau sebuah kuis untuk menilai kemampuan siswanya secara individu dan
mengetahui dimana kelemahan siswannya, setelah memberi tes guru mebentuk kelompok
dan memberi LKS yang berisikan materi dan soal kepada siswa yang telah
disiapkan untuk dikerjakan secara tidak langsung siswa di
harapkan dapat menemukan sendiri materi. Kemudian guru menjelaskan secara garis
besar dan guru meminta siswa untuk segera mempelajari LKS yang telah dikerjakan
secara individu dalam kelompoknya, bukan hanya itu saja guru membanu dan
mengarahkan siswa terhadap materi yang kurang dimengerti oleh siswanya. Dan
guru meminta salah satu dari kelompok untuk maju kedepan menampilkan hasil
diskusi kelompoknya. tidak hanya itu saja guru memberikan penghargaan
2. Dalam
hal ini ada beberapa yang harus diperhatian dalam pembelajran yaitu dalam
pembelajaran siswa diharapkan dapat menambah wawasan mereka sendiri dari pengalaman baru
berdasarkan pengetahuan siswa sendiri, bukan hanya itu saja disini siswa di
tuntut untuk menggunakan keterampilan berpikir secara kritis dimana dalam
proses pembelajaran. Disini guru juga diharapkan bisa mendorong, membimbing dan
menilai siswa sesuai kemampuan dan siswa bisa diharapkan dapat bekerja sama dan
bertukar pengalaman dengan teman sekelompoknya dan seorang guru harus menilai
siswanya berdasarkan kenyataan yang ada seperti menilai tugas yang telah
dikerjakan siswanya. Oleh karena itu seorang guru seharusnya memberitahukan
kepada setiap siswa dalam kelompoknya harus saling bekerja sama serta aktif,
dan siswa yang pandai harus menjelaskan materi yang susah kepada siswa yang
kurang pandai dalam kelompoknya.
3. Kelebian dalam pembalajaran ini
seoang siswa yang pandai dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya dalam
memecahkan masalah dalam kelompok dan dapat membantu temannya yang lemah
sehingga teman yang lemah akan terbantu dalam menyelesaikan masalah dalam
pembelajaran,siswa juga diajarkan bagaimana bekerjasama dalam kelompok. Seorang
siswa juga akan memiliki rasa tanggug jawab yang lebih tinggi dalam menyelesaikan
masalah dalam kelompoknya. Disini tidak ada persaingan antara siswa karena saling
bekerja sama. Sedangkan kelemahannya seorang siswa
yang an pandai akan selalu mengharapkan
dari teman sekolompoknya yang lebih pandai darinya dikarenakan tidak ada
persaingan dalam kelompok. Pengelolaan kelas kurang baik sehingga membuat
proses pembelajaran juga berjalan tidak baik.
4. Peran
guru disini hanya menyampaikan materi
dan membentuk kelompok untuk saling kerja sama dan guru juga memberi pengarahan
terhadap siswanya yang aktif dan kreatif dalam memecahkan masalah. Koordinasi
siswa dengan siswa dan guru dengan siswa harus terjalin dengan baik untuk
memulai pembelajaran secara baik, bukan hanya itu saja seorang guru juga harus
memperhatikan suasana kelas karena kemungkinan akan terjadi masalah pada saat
pembagian kelompok. Selain itu juga seorang guru harus memanajemen waktu dengan
baik sehingga tidak ada waktu yang terbuang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar