Jumat, 07 November 2014

Catan harian yang berisi tentang hal – hal yang telah saya amati dari semua kelompok yang sudah presentasi dalam matakuliah Pembelajran Kooperatif.



A.    Model  pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada Tanggal 25 oktober 2014  
1.      Langkah – Langkah dalam pembelajaran.
Seorang guru memulai dengan pembukaan salam dan berdoa bersama. Selanjutnya guru memberi sebuah pertayaan yang berkaitan dengan materi pelajaran dan guru meminta siswa memikirkan jawabannya secara individu untuk mengetes sesaat. Dan kemudian guru membagi siswa dalam beberapa kelompok dan memberi tugas kepada semua kelompok, dan setiap siswa memikirkan dan mengerjakan tugas sendiri, disini siswa juga berpasangan dengan teman kelompoknya dan berdiskusi bersama, setelah itu jawabannya di bandingkan dengan teman sekelompoknya yang lain sesuai jawaban yang benar. Lalu guru meminta kepada siswa untuk maju kedepan dan menjelaskan di depan kelas apa yang telah mereka diskusikan bersama. Tahap akhir seoran guru memberi penghargaan  atau sebuah nilai kepada siswa yang aktif  secara individu maupun secara kelompok, berdasarkan jawaban yang benar  terutama pada saat presentasi maju kedepan menjelaskan ke semua teman sekelasnya.
2.      Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pembelajaran ini seorang guru harus jeli melihat siswanya  dalam pembentukan kelompokan supaya tidak terjadi kececoakan dan juga seharusnya siswa juga tidak boleh memilih sendiri pasangan kelompoknya. Karena siswa yang cenderung pintar akan memilih pasangan yang pintar juga,
3.      Kelebihan tipe ini siswa dapat memecahkan masalah, memahami materi secara berkelompok dan saling membantu dalam memecahkan masalah yang terjadi dalam kelompok dan siswa dapat membuat kesimpulan dan mempersentasikan di depan kelas. Dan dengan ini siswa akan terbiasa dengan bertukar pendapat dan pemikiran dengan teman lainnya dalam kelompoknya dan siswa juga dapat mengajukan pertanyaan kepada guru atau keteman sekelompoknya mengenai materi yang telah disampaikan jika masih kurang paham atau belum mengerti, sedangkan kelemahanya membutuhkan perhatian kusus dari gurunya untuk penggunaan kelas, siswa yang lemah lebih menggantungkan pada teman sekelompoknya, jumlah siswa yang ganjil akan membuat kelompok lain merasa iri atau tidak adil.
4.      Peran guru dalam pembelajaran ini sebagai fasilitator. Guru mendorong siswa untuk mengembangkan potensi secara optimal. Materi yang sudah disiapkan oleh gurunya melainkan siswa sendirilah yang harus lebih aktif untuk mengembangkan kemampuan berfikir mereka dan siswa harus bertanggung jawab atas hasil belajarnya sendiri. Disini peran siswa hanya sebagai pemain.


B.     Model  pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) pada Tanggal 2 oktober 2014
1.      Langkah – Langkah dalam pembelajaran,
Dalah pembelajaran ini guru mempersiapkan rencana pembelajaran dengan scenario untuk membentuk sebuah kelompok dan setiap kelompok terdiri 4 orang siswa. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok an nama kelompok yang berbeda. Kelompok yang dibentuk merupakan campuran dari siswa – siswi yang tidak di dasari dari kepinterannya. Selain itu juga guru memberikan sebuah buku LKS dan guru meminta anggota kelompok  untuk saling bekerja sama dalam mengerjakan soal yang terdapat dalam LKS. setelah selesai dikerjakan guru menyebut satu nomor dan para siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama mengangkat tangan dan menyiapkan jawanban dan menjelaskan kepada teman sekelasnya. Kemudian guru memberi kesimpulan jawaban dari semua pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang disajikan.
2.      Hal – hal yang harus diperhatikan dalam pembelajarn ini pada saat membuat kelompok harus ada keragaman maksudnya dalam suatu kelompok ada yang cenderung pintar dan cenderung lemah sehingga yang puntar bisa mengajari atau membantu yang lemah, supaya siswa bisa bekerja sama dalam proses pembelajaran dan siswa juga harus mempunyai rasa tanggung jawab secara individu dan taggung jawab sebagai anggota  kelompok, bukan hanya itu saja kelas yang terlalu sempit itu juga harus diperhatikan karena akan menghambat proses pembelajaran karena akan terjadi suasana kegaduhan sehingga pembelajran akan berjalan dengan tidak baik atau tidak nyaman.
3.      Manfaat dari pembelajaran ini untuk siswa yaitu dapat meningkatkan pretasi belajar siswa, mampu memperdalam belajar siswa, mengembangkan sikap kepemimpinan siswa,  mengembangkan rasa ingin tau siswa, meningkatkan rasa percaya diri siswa, mengembangkan rasa saling memiliki antar siswa.
4.      Kelebihan dalam pembelajaran ini yaitu terjadinya interaksi antara siswa melalu diskusi secara bersama dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya. Disini siswa pandai atau siswa lemah sama – sama mendapat manfaat kesempatan untuk bertanya, berdiskusi dan mengembangkan bakatnya yang terdapat dalam diri siswa. Sedangkan kelemahan disini siswa yang pandai akan mendominasi sehingga siswa yang lemah akan merasa minder, proses pembelajarn ini akan berjalan dengan baik apabila siswa yang hanya menyalin pekerjaan siswa lain tanpa akan memiliki pemahaman bagaimana cara mengerjakan soal, bukan hanya itu saja pada saat pengelompokan siswa bergantian posisi sehingga akan membuang waktu dengan percuma.
5.      Peran guru dalam pembelajaran ini hanya sebagai fasilitator yaitu hanya menyampaikan materi dan membantu siswanya untuk memahami materi yang telah disampaikan membantu memecahkan msalah yang terjadi dalam proses pembelajaran. Bukan hanya itu saja guru juga membentuk siswa untuk berkelompok, dan mengarahkan siswa untuk bekerja sama satu sama lain dalam kelompok.
C.     Model  pembelajaran kooperatif tipe Jigsow pada Tanggal 9 oktober 2014
1.      Langkah – Langkah dalam pembelajaran ini.
Seorang guru sebelum memulai pembelajaran seorang guru membuka dengan salam dan berdo’a bersama, kemudian guru menyampaikan materi dan memberi beberapa contoh beserta jawabannya ke siswa. Setelah selesai memberi meteri  dan contoh soal, guru memberikan soal kepada siswa dan siswa harus mengerjakan soal secara individu hanya dalam 10 menit, setelah waktu yang di berikan habis, soal dan jawabannyapun diminta kembali oleh gurunya.
2.      Hal – hal yang harus diperhatikan seorang guru disini.
Seorang guru harus lebih dulu memahami materi yang akan disampaikan kepada siswanya, seorang gurupun juga harus memiliki wawasan yang luas jika seorang siswa ada yang bertanya kepada gurunya yang tidak ada kaitanya dengan materi yang disampaikannya maka seorang guru bisa menjawab dengan benar. Jumlah siswa yang terlalu banyakpun juga, guru harus memperhatikan karna akan terjadi  keributan dalam kelas apa lagi jika kelasnya  terlalu sempit siswa akan meras tidak nyaman oleh karena itu guru harus benar – benar memperhatikan siswa – siswinya dengan seksama. Jika dalam pembelajaran siswa tidak berisik dan main – main sendiri pembelajaran akan berjalan dengan baik dan sesuai apa yang telah direncanakan oleh gurunya materi yang di sampaikanpun akan mudah dipahami  dan dimengerti dengan baik oleh siswannya.
3.      Kelebian dalam pembalajaran ini dapat meningkatkan kerjasama antara siswa satu dengan siswa yang lain untuk mempelajari materi yang telah disampakan oleh gurunya. Bukan hanya itu saja siswa juga saling bisa menerima keragaman dan saling menjalin hubungan baik dengan kelompoknya ataupun dengan kelompok lain. Dalam hal ini Seorang siswapun jaga dapat memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan tanggung jawab sebaga anggota kelopok maka akan terjadi kerjasama yang baik. Disini siswa juga tidak hanya diberi penjelasan oleh gurunya namun siswa juga bisa memberikan kepada teman kelompoknya jika masih ada siswa lain yang belum mngerti, dengan siswa member tau kepada siswa lain ini akan berjalan dengan sangat baik karena siswa akan leluasa bertanya dengan temannya sendiri dan temanyapun akan dengan mudah menjelaskan tanpa ada rasa ragu atau takut. Sedangkan kekurangan dalam pembelajaran ini akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyampaikan materi yang telah disiapkan oleh gurunya agar siswa mudah memahami dan mengerti, jika dalam suatu kelompok ada yang kurang satu orang atau lebih sedangkan yang lain sama itu akan menimbulkan rasa iri dan merasa tidak adil dengan pembagian kelompok. Disini juga guru kurang meyakinkan siswa mampu untuk berdiskusi dengan teman sekelompoknya. Bukan hanya itu saja di setiap pembagian kelompok pasti akan terjadi keributkan dikarenakan ruangan yang sepit dan pergantian posisi sehingga akan memperlampat proses pembeajran dan akan membuang waktu dengan sia – sia.
4.      Peran guru
Ø  Sebagai fasilitator
Ø  Sebagai motifator
Ø  Sebagai pembimbing pada proses pembelajaran berlangsung

D.    Model  pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievent Divisio (STAD) pada Tanggal 9 oktober 2014
1.      Langkah – langkah dalam pembelajaran ini.
Seorang guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama yang dipimpin oleh ketua kelasnya, lalu guru menyampaikan materi dan member beberapa contoh soal disertai jawaban dan cara mengerjakannya. Gurupun kebali memberikan soal kepada siswanya untuk dikerjakan secara individu dalam kurun waktu 10 menit. Setelah waktu habis soal yang diberikannya diminta kembali beserta jawabannya tanpa melihat siswa selesai tidaknya dalam mengerjakan soalnya. Dan guru meminta perawakilan salah satu dari siswa maju kedepan untuk mengerjakan soalnya dan guru mengoreksi langsung jawaban siswa tersebut setelah siswa kembali ke tempat duduknya. Kemuidan guru membagikan selembar kertas yang berisi soal – soal namun kali ini dalam mengerjakannya secara kelompok dengan diberi waktu lebih sedikit karena dalam mengerjakan soal bisa di bagi dengan teman sekelomponya sehingga waktu untuk mengerjakannya lebih cepat. Dan setiap kelopok harus ada perwakilan untuk maju keedepan untuk megerjakan soalnya. Setelah selesai guru mengoreksi secara langsung dan guru memberikan sebuah penghargaan bagi kelompok yang kompak dalam mengerjakan tugasnya dengan diberi tepuk tangan.
2.      Hal – hal yang harus diperhatikan  dalam pembelajaran ini.
Guru harus lebih memahami dulu materi yang akan disampaikan kepada siswanya, dan seorang gurupun juga harus sering – sering mengontrol siswanya supaya dalam pembelajarn akan berjalan dengan baik dan suasana kelas akan terasa nyaman. Disini seorang guru juga dituntut untuk menjawab pertanyaan dan menjelaskan kembali dari pertanyaan atau permintaan  seorang siswa - siswinya yang belum mengerti atau belum paham dengan materi yang telah disampakan.
3.      Kelebihan dalam pembelajaran ini seorang guru dapat lebih memperhatikan siswa – siswinya secara individu belajarnya, guru juga dapat mengembakang bakat yang dimiliki siswanya bukan hanya itu saja seorang guru juga memberikan kesempatan siswinya untuk saling berinteraksi dengan siswa yang lain dan guru memberkan kesempatan kepada siwanya untuk bertanya langsung apa yang tidak dimengerti oleh siswanya atau memecahkan masalah yang sedang dihadapi siswanya. Disini guru juga mengarahkan siswa untuk sling mengahragi, menghormati satau sama lain dengan kelompoknya ataupun dengan kelompok lain.sedangkan kelemahannya dalam pembelajaran ini akan membutuhkan waktu yang cukup lama dan seorang guru disini di tuntun untuk secara aktif dalam proses pembelajaran supaya tidak terjadi keributan dalam pembagian kelompok atau pemecahan masalah yang dialami oleh siswa saat mengerjakan soal – soal yang diberikan oleh gurunya.
4.      Peran guru  dalam pembelajaran ini guru hanya berperan menyampaikan materi yang telah disiapkan untuk siswanya bukan hanya itu saja guru juga membentuk siswa untuk berkelompok, dan mengarahkan siswa untuk saling bekerja sama satu sama lain dalam kelompok. Guru juga tak lupa membantu siswanya yang bertanya tanpa harus palah pilih pertanyaan dari siswanya.
E.     Model  pembelajaran kooperatif tipe Group Investigasi  (GI) pada Tanggal 16 oktober 2014
1.      Langkah – Langkah dalam pembelajaran
Seorang guru memulai pembelajran dengan salam dan berdoa, kemudian mengulangi beberapa materi seminggu sebelumnya sebelum member ikan soal kepada siswanya, setelah selesai mengulang materi guru membagi siswa dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok berjumlah 6 anak. Kemudian guru memberikan soal dan tiap soal yang diberikan berbeda dengan kelompok lain sehingga tidak akan mudah terjadi conntek menyontek dalam proses pembelajaran ini karena waktu yang diberikan hanya 5 menit saja untuk mengerjakannya. Setelah selesai guru meminta satu perwakilan dari setiap kelompok untuk menyampaikan hasil pembahasannya dari soal yang diberikan oleh gurunya. Sedangkan kelompok lain dapat member tanggapan terhadap hasil jawaban kelompok yang maju. Tidak hanya itu saja guru juga meminta setiap kelompok untuk member kesimpulan dari jawaban yang sudah di presentasikan oleh teman sekelasnya dan guru tak lupa memberikan penjelasan singkat  untuk jawaban yang di paparkan depan kelas dan membrikan kesimpulan akhir dari jawaban yang benar.
2.      Hal – hal yang harus diperhatikan.
Dalam pembelajran ini upaya untuk meningkatkan pembelajaran yang sesuai, guru seharusnya lebih kreatif dan mengendalika suasana kelas dalam keadaan menyenangkan sehingga disini siswa dapat memiliki semangat yang tinggi untuk belajar. Maka guru harus mampu membuat motifasi untuk semua siswa.
3.      Kelebian dalam pembalajaran ini secara pribadi guru member  kebebas untuk siswanya dan guru juga member semangat kepada siswanya  untuk berinteraksi, kreasi dan aktif dalam proses pembelajaran dan ini akan membuat siswa memiliki rasa percaya dirinya meningkat dari sebelumnya untuk memecahkan atau menangani suatu masalah yang terjadi dalam dirinya, kalo secara kelompok pembelajaran ini dapat meningkatkan kerja sama, belajar berkomunikasi baik dengan teman sekolompok atupun dengan gurunya sendiri. Disini juga mengajarkan siswa untuk saling menghargai pendapat dari teman sekelompoknya dan bisa membuat keputusan yang tepat untuk kelompoknya. Sedangkan kekuragan dalam pemebelajran ini guru hanya memberi sedikit materi yang disampaikannya dan guru juga sulit member penilaian secara individu kesiswanya karena dalam proses diskusi kelompok sering terjadi tidak sesua apa yang diharapkan gurunya tau tidak berjalan efektif.
4.      Peran guru disini menyediakan sumber dan fasilitator. Guru membentuk sebuah kelompok yeng terdiri dari 5 atu 6 orang tiap kelompok. Guru juga mengisijikan siswa memilih kelompok sesuai dengan keinginnnya sendiri. Bukan hanya itu saja disini guru lebih memperhatikan siswa dalam mengatur pekerjaan dan membantu jika siswanya menemukan kesulitan dalam mengatasi masalah yang terjadi dalam kelompok
F.      Model  pembelajaran kooperatif tipe Two Stay – Two Stay (TS – TS) pada Tanggal 23 oktober 2014
1.      Langkah – Langkah dalam pembelajaran.
Seorang guru mencoba mengajak bermain siswanya untuk focus otak dengan jari – jarinya lalu guru membagi siswanya untuk menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Kemuian guru memberi dua soal kepada kelompok yang sudah dibentuk dan tiap kelompok mendapat soal yang berbeda dengan kelompok yang lain. Setelah selesai mengerjakan setiap kelompok diminta 2 perwakilan untuk menjadi tamu dikelompok lain dan yang menjadi tamu mencoba menjelaskan ketuan rumah dari hasil kerja kelomponya. Setelah tuan rumah mengerti yang dijelaskan oleh tamunya guru meminta 2 orang dari tuan rumah maju kedepan untuk menjelaskan kesemua temannya.
2.      Hal – hal yang harus diperhatikan seorang guru disini. yaitu sebelum pembelajaran guru harus menyiapkan pemebentukan kelompok yang harus heterogen supaya siswa akan memberikan kesempatan untuk saling kerja sama dan saling mendukung satu sama lain dalam mengerjakan tugasnya. Dan guru akan mudah memandu jalan pembelajaran Karen salah satu dari kelompok ada yang bisa membantu kelompok yang lain.
3.      Kelebian dalam pembalajaran ini siswa dapat berpikir secara aktif dan dapat meningkatkan motifasi dan hasil beljar siswa karena guru memberikan kesempatan siswa untuk menentukan konsep sendiri dalam memecahkan masalah dan juga guru membiarkan siswa untuk saling berkomunikai dengan teman sekolompoknya supaya siswa bisa saling terbuka terhadap teman sekelopoknya sehingga akan meningkatkan motifasi atau semangat belajar siswa sedangkan kelemahannya yaitu proses pembelajaran ini membutuhkan waktu yang cukup lama apa lagi dengan siswa yang cenderung pendiam ini akan mempengaruhi proses pembelajaran dalam kelomponya karena akan sulit dalam kerja sama dalam kelompoknya. Ini akan mempersulit guru untuk mengelola kelas dengan baik.
4.      Peran guru dalam proses pembelajaran ini guru hanya mengarahkan siswa untuk membangun sendiri pengetahuannya dengan memberi kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam proses belajar dan mengajar. Disini siswa juga menjadi pusat belajarnya oleh karena itu guru disini hanya member kesempatan siswanya untuk menemukan dan menerapkan idenya sendiri dan mengarahkan siswa untuk bekerja dengan setrateginya masing – masing dalam proses belajar.
G.    Model  pembelajaran kooperatif tipe Team Assited Iindividualization (TAI) pada Tanggal 23 oktober 2014
1.      Langkah – Langkah dalam pembelajaran
Sebelum memulai pelajaran guru harus menyiapkan materi yang akan disampaikan kemudian guru member tes awal atau sebuah kuis untuk menilai kemampuan siswanya secara individu dan mengetahui dimana kelemahan siswannya, setelah memberi tes guru mebentuk kelompok dan memberi LKS yang berisikan materi dan soal kepada siswa yang telah disiapkan untuk dikerjakan secara tidak langsung siswa di harapkan dapat menemukan sendiri materi. Kemudian guru menjelaskan secara garis besar dan guru meminta siswa untuk segera mempelajari LKS yang telah dikerjakan secara individu dalam kelompoknya, bukan hanya itu saja guru membanu dan mengarahkan siswa terhadap materi yang kurang dimengerti oleh siswanya. Dan guru meminta salah satu dari kelompok untuk maju kedepan menampilkan hasil diskusi kelompoknya. tidak hanya itu saja guru memberikan penghargaan
2.      Dalam hal ini ada beberapa yang harus diperhatian dalam pembelajran yaitu dalam pembelajaran siswa diharapkan dapat menambah wawasan  mereka sendiri dari pengalaman baru berdasarkan pengetahuan siswa sendiri, bukan hanya itu saja disini siswa di tuntut untuk menggunakan keterampilan berpikir secara kritis dimana dalam proses pembelajaran. Disini guru juga diharapkan bisa mendorong, membimbing dan menilai siswa sesuai kemampuan dan siswa bisa diharapkan dapat bekerja sama dan bertukar pengalaman dengan teman sekelompoknya dan seorang guru harus menilai siswanya berdasarkan kenyataan yang ada seperti menilai tugas yang telah dikerjakan siswanya. Oleh karena itu seorang guru seharusnya memberitahukan kepada setiap siswa dalam kelompoknya harus saling bekerja sama serta aktif, dan siswa yang pandai harus menjelaskan materi yang susah kepada siswa yang kurang pandai dalam kelompoknya.
3.      Kelebian dalam pembalajaran ini seoang siswa yang pandai dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilannya dalam memecahkan masalah dalam kelompok dan dapat membantu temannya yang lemah sehingga teman yang lemah akan terbantu dalam menyelesaikan masalah dalam pembelajaran,siswa juga diajarkan bagaimana bekerjasama dalam kelompok. Seorang siswa juga akan memiliki rasa tanggug jawab yang lebih tinggi dalam menyelesaikan masalah dalam kelompoknya. Disini tidak ada persaingan antara siswa karena saling bekerja sama. Sedangkan kelemahannya seorang siswa yang an pandai  akan selalu mengharapkan dari teman sekolompoknya yang lebih pandai darinya dikarenakan tidak ada persaingan dalam kelompok. Pengelolaan kelas kurang baik sehingga membuat proses pembelajaran juga berjalan tidak baik.
4.      Peran guru  disini hanya menyampaikan materi dan membentuk kelompok untuk saling kerja sama dan guru juga memberi pengarahan terhadap siswanya yang aktif dan kreatif dalam memecahkan masalah. Koordinasi siswa dengan siswa dan guru dengan siswa harus terjalin dengan baik untuk memulai pembelajaran secara baik, bukan hanya itu saja seorang guru juga harus memperhatikan suasana kelas karena kemungkinan akan terjadi masalah pada saat pembagian kelompok. Selain itu juga seorang guru harus memanajemen waktu dengan baik sehingga tidak ada waktu yang terbuang.

Senin, 15 September 2014

Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran kelompok dengan jumlah peserta didik 2-5 orang dengan gagasan untuk saling memotivasi antara anggotanya untuk saling membantu agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang maksimal. Kegiatan kooperatif dapat dikatakan eksis apabila dua orang atau lebih bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama. Pembelajaran kooperatif sangat bermanfaat bagi peserta didik, namun juga memiliki sejumlah keterbatasan.
Beberapa Pertanyaan yang sering di tanyakan yaitu sebagai berikut.
1. Apa tujuan dan elemen – elemen pembelajaran kooperatif..?
a. Tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak- tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu:
Ø Hasil belajar akademik
Dalam belajar kooperatif meskipun mencakup berbagai macam tujuan sosial, juga dapat memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Di samping mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Penerimaan terhadap perbedaan individu
Tujuan lain model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.
Ø Pengembangan keterampilan social
Tujuan penting ketiga pembelajaran kooperatif adalah, mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial.
b. Elemen-elemen pembelajaran kooperatif yaitu Pembelajaran yang dilaksanakan secara berkelompok belum tentu mencerminkan pembelajaran kooperatif. Secara teknis memang tampak proses belajar bersama, namun terkadang hanya merupakan belajar yang dilakukan secara bersama dalam waktu yang sama, namun tidak mencerminkan kerjasama antar anggota kelompok. Untuk itu agar benar-benar mencerminkan pembelajaran kooperatif, maka perlu diperhatikan elemen-elemen pembelajaran kooperatif sebagai berikut :
Ø Saling Ketergantungan positif Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya. Semua anggota berkumpul don bertukar informasiSelanjutnya, pengajar akan mengevaluasi mereka mengenai seluruh bagian. Dengan cara ini, mau tidak mau setiap anggota merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya agar yang lain bisa berhasil.
Ø Tanggung jawab perseorangan kunci keberhasilan metode kerja kelompok yaitu  persiapan guru dalam penyusunan tugasnya.Pengajar yang efektif dalam model pembelajaran Cooperative Learning membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok bisa dilaksanakan dengan baik.
Ø Tatap muka setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertemu muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Hasil pemikiran beberapa kepala akan lebih kaya daripada hasil pemikiran dari satu kepala saja. Lebih jauh lagi, hasil kerja sama ini jauh lebih besar daripada jumlah hasil masing-masing anggota.Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, meman-faatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan masing-masing anggota.
Ø Komunikasi antar anggota tidak setiap siswa mempunyai keahlian mendengarkan don berbicara. Keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaon para anggotanya untuk saling mendengarkan don kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka
Ø Evaluasi pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Waktu evaluasi ini tidak perlu diadakan setiap kali ada kerja kelompok, tetapi bisa diadakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali pembelaiar terlibat dalam kegiatan pembelajaran Cooperative Learning.
2. Bagaimana pembelajaran kooperatif menjadi motivator positif untuk populasi siswa yang beragam?
a. Mengembangkan sikap: membuat disposisi yang menguntungkan terhadap pengalaman belajar melalui relevansi pribadi dan pilihan. Kerjasama dapat meningkatkan kepuasan siswa melalui pengalaman belajar yang secara aktif melibatkan siswa dalam merancang dan menyelesaikan prosedur kelas dan isi pelajaran (Johnson & Jonhson 1990).                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               
b. Pembelajaran Kooperatif mengembangkan keterampilan interaksi sosial siswa Komponen utama pembelajaran diuraikan oleh Johnson, Johnson dan Holubec (1984) termasuk pelatihan dalam keterampilan sosial siswa yang dibutuhkan untuk bekerja sama. Dalam masyarakat kita dan kerangka pendidikan saat ini, persaingan dinilai dari kerjasama. Dengan meminta anggota kelompok untuk mengidentifikasi apa perilaku membantu mereka dalam bekerja sama dan dengan meminta individu untuk merefleksikan kontribusi mereka terhadap keberhasilan atau kegagalan suatu kelompok, siswa dibuat sadar akan kebutuhan untuk sehat, positif, interaksi membantu (Panitz 1996;. Cohen & Cohen 1991)
c.  Melahirkan kompetensi: menciptakan pemahaman bahwa peserta didik yang efektif dalam belajar sesuatu yang mereka nilai Pembelajaran kooperatif mengembangkan keterampilan berpikir tingkat yang lebih tinggi (Webb 1982). Siswa terlibat dalam proses belajar, bukan pasif mendengarkan guru. Pasangan siswa (diikuti oleh tiga orang dan kelompok lebih besar) bekerja bersama-sama mewakili kelompok merupakan kerja sama paling afektif dari interaksi (Schwartz, hitam, aneh 1991) ketika siswa bekerja berpasangan satu orang yang mendengarkan sementara mitra lainnya membahas pertanyaan penyelidikan.
d. Meningkatkan makna; menciptakan menantang, pengalaman belajar bijaksana yang mencakup nilai-nilai dan perspektif peserta didik dan memberikan kontribusi ke masyarakat yang adil Fokus pembelajaran kooperatif adalah untuk secara aktif melibatkan siswa dalam proses pembelajaran (Slavin 1980). Setiap kali dua atau lebih siswa berusaha untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan dan mereka menjadi terlibat dalam proses pembelajaran eksplorasi.
3. Metode pembelajaran kooperatif learning mempunyai manfaat-manfaat yang positif apabila diterapkan di ruang kelas. Beberapa keuntungannya antara lain:
a. mengajarkan siswa menjadi percaya pada guru,
b. kemampuan untuk berfikir,
c.  mencari informasi dari sumber lain dan belajar dari siswa lain;
d. mendorong siswa untuk mengungkapkan idenya secara verbal dan membandingkan dengan ide temannya;
e.  dan membantu siswa belajar menghormati siswa yang pintar dan siswa yang lemah,
4. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif ini mengemukakan bermacam ragam tujuan intelektual dan mengembangkan ketrampilan-ketrampilan untuk memproses yang dibutuhkan siswa karena pada dasarnya model pembelajaran kooperatif sebetulnya adalah suatu istilah yang memayungi sejumlah pendekatan diskusi kelompok kecil.Penerapan mpdel pembelajaran kooperatif dapat dilihat dari cara siswa mengerjakan tugas. Kapanpun siswa bekerjasama dalam kelompok ecil yang terdiri dari dua orang atau lebih bisa dikatakan bahwa siswa sedang terlibat dalam model pembelajaran kooperatif. Untuk keefektifan dari setiap penerapan model pembelajaran kooperatif ini, siswa perlu mendapatkan dan mempraktekkan sejumlah ketrampilan-ketrampilan spesifik sehingga akan tertanam kesadaran, pengetahuan dan kemampuan bekerjasama dengan siswa yang lain.
5. Adapun manfaat dan keterbatasan pembelajaran kooperatif adalah :
a. Manfaat pembelajaran kooperatif
Ø Meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Ø Meningkatkan hubungan antar kelompok, belajar kooperatif memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan teman satu tim untuk mencerna materi pembelajaran.
Ø Meningkatkan rasa percaya diri dan memotivasi belajar, belajar kooperatif dapat membina kebersamaan, peduli satu sama lain dan tenggang rasa, serta mempunyai andil terhadap keberhasilan tim.
Ø Menumbuhkan realisasi kebutuhan peserta didik untuk belajar berpikir, belajar kooperatif dapat diterapkan untuk berbagai materi ajar, seperti pemahaman yang rumit, pelaksanaan kaijian proyek, dan latihan memecahkan masalah.
Ø Memadukan dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan.
Ø Meningkatkan perilaku dan kehadiran di kelas.
Ø Relatif murah karena tidak memerlukan biaya khusus untuk menerapkannya.
b. Keterbatasan pembelajaran kooperatif adalah :
Ø Memerlukan waktu yang cukup bagi setiap peserta didik untuk bekerja dalam tim.
Ø Memerlukan latihan agar peserta didik terbiasa bekerja dalam tim.
Ø Model belajar kooperatif yang diterapkan harus sesuai dengan pembahasan materi ajar, materi ajar harus dipilih sebaik-baiknya agar sesuai dengan misi belajar kooperatif.
Ø Memerlukan format penilaian belajar yang berbeda.
Ø Memerlukan kemampuan khusus bagi guru untuk mengkaji berbagai teknik pelaksanaan pembelajaran kooperatif.
6. Kelebihan dan kelemahan pembelajaran kooperatif:
a. Keunggulan model pembelajaran kooperatif sebagai berikut:
Ø Melalui pembelajaran kooperatif siswa tidak terlalu tergantung pada guru, tapi dapat menambah kemampuan berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagi sumber, dan belajar dari siswa yang lain.
Ø Pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
Ø Pembelajaran kooperatif dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.
Ø Pembelajaran kooperatif dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
Ø Pembelajaran kooperatif merupakan strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain, mengembangkan keterampilan me-manage waktu, dan sikap positif terhadap sekolah.
Ø Melalui pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan balik. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan, karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab kelompoknya.
Ø Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata (riil).
Ø Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berfikir. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang.
b. keunggulan, model pembelajaran kooperatif juga memiliki kelemahan diantaranya:
Ø Untuk memahami dan mengerti filosofis pembelajaran kooperatif membutuhkan waktu yang lama. Sebagai contoh siswa yang mempunyai kelebihan akan merasa terhambat oleh siswa yang mempunyai kemampuan kurang, akibatnya keadaan seperti ini dapat mengganggu iklim kerjasama dalam kelompok.
Ø Ciri utama dari pembelajaran kooperatif adalah bahwa setiap saling membelajarkan. Oleh karena itu jika tanpa peer teaching yang efektif, bila dibandingkan dengan pembelajaran langsung dari guru, bisa terjadi cara belajar yang demikian apa yang harus dipelajari dan dipahami tidak dicapai oleh siswa.
Ø Penilaian yang diberikan dalam pembelajaran kooperatif kepada hasil kelompok, namun guru perlu menyadari bahwa hasil atau presentasi yang diharapkan sebanarnya adalah hasil atau presentasi setiap individu siswa.
Ø Keberhasilan pembelajaran kooperatif dalam upaya mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu yang cukup panjang, dan ini tidak mungkin dicapai hanya dalam waktu satu atau beberapa kali penerapan strategi.