Pembelajaran
kooperatif merupakan suatu pembelajaran kelompok dengan jumlah peserta didik
2-5 orang dengan gagasan untuk saling memotivasi antara anggotanya untuk saling
membantu agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang maksimal. Kegiatan kooperatif dapat
dikatakan eksis apabila dua orang atau lebih bekerja bersama untuk mencapai
tujuan yang sama. Pembelajaran kooperatif sangat bermanfaat bagi peserta didik,
namun juga memiliki sejumlah keterbatasan.
Beberapa Pertanyaan yang sering di
tanyakan yaitu sebagai berikut.
1.
Apa tujuan dan elemen – elemen pembelajaran kooperatif..?
a.
Tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan
situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh
keberhasilan kelompoknya. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk
mencapai setidak- tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu:
Ø Hasil belajar akademik
Dalam belajar kooperatif meskipun
mencakup berbagai macam tujuan sosial, juga dapat memperbaiki prestasi siswa
atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Di samping mengubah norma yang
berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberi
keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja
bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Penerimaan terhadap perbedaan individu
Tujuan lain model pembelajaran
kooperatif adalah penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda
berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran
kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi
untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui
struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.
Ø Pengembangan keterampilan social
Tujuan penting ketiga pembelajaran
kooperatif adalah, mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan
kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab
saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial.
b.
Elemen-elemen pembelajaran kooperatif yaitu Pembelajaran
yang dilaksanakan secara berkelompok belum tentu mencerminkan pembelajaran
kooperatif. Secara teknis memang tampak proses belajar bersama, namun terkadang
hanya merupakan belajar yang dilakukan secara bersama dalam waktu yang sama,
namun tidak mencerminkan kerjasama antar anggota kelompok. Untuk itu agar
benar-benar mencerminkan pembelajaran kooperatif, maka perlu diperhatikan
elemen-elemen pembelajaran kooperatif sebagai berikut :
Ø Saling Ketergantungan positif
Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya. Semua
anggota berkumpul don bertukar informasiSelanjutnya, pengajar akan mengevaluasi
mereka mengenai seluruh bagian. Dengan cara ini, mau tidak mau setiap anggota
merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya agar yang lain bisa
berhasil.
Ø Tanggung jawab perseorangan kunci
keberhasilan metode kerja kelompok yaitu persiapan guru dalam penyusunan
tugasnya.Pengajar yang efektif dalam model pembelajaran Cooperative Learning
membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing
anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas
selanjutnya dalam kelompok bisa dilaksanakan dengan baik.
Ø Tatap muka setiap kelompok harus
diberikan kesempatan untuk bertemu muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini
akan memberikan para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan
semua anggota. Hasil pemikiran beberapa kepala akan lebih kaya daripada hasil
pemikiran dari satu kepala saja. Lebih jauh lagi, hasil kerja sama ini jauh
lebih besar daripada jumlah hasil masing-masing anggota.Inti dari sinergi ini
adalah menghargai perbedaan, meman-faatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan
masing-masing anggota.
Ø Komunikasi antar anggota tidak
setiap siswa mempunyai keahlian mendengarkan don berbicara. Keberhasilan suatu
kelompok juga bergantung pada kesediaon para anggotanya untuk saling
mendengarkan don kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka
Ø Evaluasi pengajar perlu menjadwalkan
waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil
kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif.
Waktu evaluasi ini tidak perlu diadakan setiap kali ada kerja kelompok, tetapi
bisa diadakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali pembelaiar terlibat
dalam kegiatan pembelajaran Cooperative Learning.
2. Bagaimana pembelajaran kooperatif
menjadi motivator positif untuk populasi siswa yang beragam?
a. Mengembangkan sikap: membuat
disposisi yang menguntungkan terhadap pengalaman belajar melalui relevansi
pribadi dan pilihan. Kerjasama dapat meningkatkan kepuasan siswa melalui
pengalaman belajar yang secara aktif melibatkan siswa dalam merancang dan
menyelesaikan prosedur kelas dan isi pelajaran (Johnson & Jonhson 1990).
b. Pembelajaran Kooperatif
mengembangkan keterampilan interaksi sosial siswa Komponen utama pembelajaran
diuraikan oleh Johnson, Johnson dan Holubec (1984) termasuk pelatihan dalam
keterampilan sosial siswa yang dibutuhkan untuk bekerja sama. Dalam masyarakat
kita dan kerangka pendidikan saat ini, persaingan dinilai dari kerjasama.
Dengan meminta anggota kelompok untuk mengidentifikasi apa perilaku membantu
mereka dalam bekerja sama dan dengan meminta individu untuk merefleksikan
kontribusi mereka terhadap keberhasilan atau kegagalan suatu kelompok, siswa
dibuat sadar akan kebutuhan untuk sehat, positif, interaksi membantu (Panitz
1996;. Cohen & Cohen 1991)
c. Melahirkan kompetensi: menciptakan
pemahaman bahwa peserta didik yang efektif dalam belajar sesuatu yang mereka
nilai Pembelajaran kooperatif mengembangkan keterampilan berpikir tingkat yang
lebih tinggi (Webb 1982). Siswa terlibat dalam proses belajar, bukan pasif
mendengarkan guru. Pasangan siswa (diikuti oleh tiga orang dan kelompok lebih
besar) bekerja bersama-sama mewakili kelompok merupakan kerja sama paling
afektif dari interaksi (Schwartz, hitam, aneh 1991) ketika siswa bekerja
berpasangan satu orang yang mendengarkan sementara mitra lainnya membahas
pertanyaan penyelidikan.
d. Meningkatkan makna; menciptakan
menantang, pengalaman belajar bijaksana yang mencakup nilai-nilai dan
perspektif peserta didik dan memberikan kontribusi ke masyarakat yang adil
Fokus pembelajaran kooperatif adalah untuk secara aktif melibatkan siswa dalam
proses pembelajaran (Slavin 1980). Setiap kali dua atau lebih siswa berusaha
untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan dan mereka menjadi terlibat
dalam proses pembelajaran eksplorasi.
3. Metode pembelajaran kooperatif
learning mempunyai manfaat-manfaat yang positif apabila diterapkan di ruang
kelas. Beberapa keuntungannya antara lain:
a.
mengajarkan siswa menjadi percaya pada guru,
b.
kemampuan untuk berfikir,
c.
mencari informasi dari sumber lain dan belajar dari siswa lain;
d.
mendorong siswa untuk mengungkapkan idenya secara verbal dan
membandingkan dengan ide temannya;
e.
dan membantu siswa belajar menghormati siswa yang pintar dan
siswa yang lemah,
4.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif ini
mengemukakan bermacam ragam tujuan intelektual dan mengembangkan
ketrampilan-ketrampilan untuk memproses yang dibutuhkan siswa karena pada
dasarnya model pembelajaran kooperatif sebetulnya adalah suatu istilah yang
memayungi sejumlah pendekatan diskusi kelompok kecil.Penerapan mpdel
pembelajaran kooperatif dapat dilihat dari cara siswa mengerjakan tugas.
Kapanpun siswa bekerjasama dalam kelompok ecil yang terdiri dari dua orang atau
lebih bisa dikatakan bahwa siswa sedang terlibat dalam model pembelajaran kooperatif.
Untuk keefektifan dari setiap penerapan model pembelajaran kooperatif ini,
siswa perlu mendapatkan dan mempraktekkan sejumlah ketrampilan-ketrampilan
spesifik sehingga akan tertanam kesadaran, pengetahuan dan kemampuan
bekerjasama dengan siswa yang lain.
5.
Adapun manfaat dan keterbatasan pembelajaran kooperatif
adalah :
a.
Manfaat pembelajaran kooperatif
Ø Meningkatkan hasil belajar peserta
didik.
Ø Meningkatkan hubungan antar
kelompok, belajar kooperatif memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi
dan beradaptasi dengan teman satu tim untuk mencerna materi pembelajaran.
Ø Meningkatkan rasa percaya diri dan
memotivasi belajar, belajar kooperatif dapat membina kebersamaan, peduli satu
sama lain dan tenggang rasa, serta mempunyai andil terhadap keberhasilan tim.
Ø Menumbuhkan realisasi kebutuhan
peserta didik untuk belajar berpikir, belajar kooperatif dapat diterapkan untuk
berbagai materi ajar, seperti pemahaman yang rumit, pelaksanaan kaijian proyek,
dan latihan memecahkan masalah.
Ø Memadukan dan menerapkan pengetahuan
dan keterampilan.
Ø Meningkatkan perilaku dan kehadiran
di kelas.
Ø Relatif murah karena tidak
memerlukan biaya khusus untuk menerapkannya.
b.
Keterbatasan pembelajaran kooperatif adalah :
Ø Memerlukan waktu yang cukup bagi
setiap peserta didik untuk bekerja dalam tim.
Ø Memerlukan latihan agar peserta
didik terbiasa bekerja dalam tim.
Ø Model belajar kooperatif yang
diterapkan harus sesuai dengan pembahasan materi ajar, materi ajar harus
dipilih sebaik-baiknya agar sesuai dengan misi belajar kooperatif.
Ø Memerlukan format penilaian belajar
yang berbeda.
Ø Memerlukan
kemampuan khusus bagi guru untuk mengkaji berbagai teknik pelaksanaan
pembelajaran kooperatif.
6.
Kelebihan dan kelemahan pembelajaran kooperatif:
a. Keunggulan
model pembelajaran kooperatif sebagai berikut:
Ø Melalui pembelajaran kooperatif
siswa tidak terlalu tergantung pada guru, tapi dapat menambah kemampuan
berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagi sumber, dan belajar dari
siswa yang lain.
Ø Pembelajaran kooperatif dapat
mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara
verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
Ø Pembelajaran kooperatif dapat
membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala
keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.
Ø Pembelajaran kooperatif dapat
membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam
belajar.
Ø Pembelajaran kooperatif merupakan
strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus
kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan
interpersonal yang positif dengan yang lain, mengembangkan keterampilan
me-manage waktu, dan sikap positif terhadap sekolah.
Ø Melalui pembelajaran kooperatif
dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri,
menerima umpan balik. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut
membuat kesalahan, karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab
kelompoknya.
Ø Pembelajaran kooperatif dapat
meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar
abstrak menjadi nyata (riil).
Ø Interaksi selama kooperatif
berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk
berfikir. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang.
b. keunggulan,
model pembelajaran kooperatif juga memiliki kelemahan diantaranya:
Ø Untuk memahami dan mengerti
filosofis pembelajaran kooperatif membutuhkan waktu yang lama. Sebagai contoh
siswa yang mempunyai kelebihan akan merasa terhambat oleh siswa yang mempunyai
kemampuan kurang, akibatnya keadaan seperti ini dapat mengganggu iklim kerjasama
dalam kelompok.
Ø Ciri utama dari pembelajaran
kooperatif adalah bahwa setiap saling membelajarkan. Oleh karena itu jika tanpa
peer teaching yang efektif, bila dibandingkan dengan pembelajaran
langsung dari guru, bisa terjadi cara belajar yang demikian apa yang harus
dipelajari dan dipahami tidak dicapai oleh siswa.
Ø Penilaian yang diberikan dalam
pembelajaran kooperatif kepada hasil kelompok, namun guru perlu menyadari bahwa
hasil atau presentasi yang diharapkan sebanarnya adalah hasil atau presentasi
setiap individu siswa.
Ø Keberhasilan pembelajaran kooperatif
dalam upaya mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu yang
cukup panjang, dan ini tidak mungkin dicapai hanya dalam waktu satu atau
beberapa kali penerapan strategi.