Senin, 15 September 2014

Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif merupakan suatu pembelajaran kelompok dengan jumlah peserta didik 2-5 orang dengan gagasan untuk saling memotivasi antara anggotanya untuk saling membantu agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang maksimal. Kegiatan kooperatif dapat dikatakan eksis apabila dua orang atau lebih bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama. Pembelajaran kooperatif sangat bermanfaat bagi peserta didik, namun juga memiliki sejumlah keterbatasan.
Beberapa Pertanyaan yang sering di tanyakan yaitu sebagai berikut.
1. Apa tujuan dan elemen – elemen pembelajaran kooperatif..?
a. Tujuan dari pembelajaran kooperatif adalah menciptakan situasi di mana keberhasilan individu ditentukan atau dipengaruhi oleh keberhasilan kelompoknya. Model pembelajaran kooperatif dikembangkan untuk mencapai setidak- tidaknya tiga tujuan pembelajaran penting, yaitu:
Ø Hasil belajar akademik
Dalam belajar kooperatif meskipun mencakup berbagai macam tujuan sosial, juga dapat memperbaiki prestasi siswa atau tugas-tugas akademis penting lainnya. Di samping mengubah norma yang berhubungan dengan hasil belajar, pembelajaran kooperatif dapat memberi keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerja bersama menyelesaikan tugas-tugas akademik.
Penerimaan terhadap perbedaan individu
Tujuan lain model pembelajaran kooperatif adalah penerimaan secara luas dari orang-orang yang berbeda berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan, dan ketidakmampuannya. Pembelajaran kooperatif memberi peluang bagi siswa dari berbagai latar belakang dan kondisi untuk bekerja dengan saling bergantung pada tugas-tugas akademik dan melalui struktur penghargaan kooperatif akan belajar saling menghargai satu sama lain.
Ø Pengembangan keterampilan social
Tujuan penting ketiga pembelajaran kooperatif adalah, mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerja sama dan kolaborasi. Keterampilan-keterampilan sosial, penting dimiliki oleh siswa sebab saat ini banyak anak muda masih kurang dalam keterampilan sosial.
b. Elemen-elemen pembelajaran kooperatif yaitu Pembelajaran yang dilaksanakan secara berkelompok belum tentu mencerminkan pembelajaran kooperatif. Secara teknis memang tampak proses belajar bersama, namun terkadang hanya merupakan belajar yang dilakukan secara bersama dalam waktu yang sama, namun tidak mencerminkan kerjasama antar anggota kelompok. Untuk itu agar benar-benar mencerminkan pembelajaran kooperatif, maka perlu diperhatikan elemen-elemen pembelajaran kooperatif sebagai berikut :
Ø Saling Ketergantungan positif Keberhasilan suatu karya sangat bergantung pada usaha setiap anggotanya. Semua anggota berkumpul don bertukar informasiSelanjutnya, pengajar akan mengevaluasi mereka mengenai seluruh bagian. Dengan cara ini, mau tidak mau setiap anggota merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya agar yang lain bisa berhasil.
Ø Tanggung jawab perseorangan kunci keberhasilan metode kerja kelompok yaitu  persiapan guru dalam penyusunan tugasnya.Pengajar yang efektif dalam model pembelajaran Cooperative Learning membuat persiapan dan menyusun tugas sedemikian rupa sehingga masing-masing anggota kelompok harus melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok bisa dilaksanakan dengan baik.
Ø Tatap muka setiap kelompok harus diberikan kesempatan untuk bertemu muka dan berdiskusi. Kegiatan interaksi ini akan memberikan para pembelajar untuk membentuk sinergi yang menguntungkan semua anggota. Hasil pemikiran beberapa kepala akan lebih kaya daripada hasil pemikiran dari satu kepala saja. Lebih jauh lagi, hasil kerja sama ini jauh lebih besar daripada jumlah hasil masing-masing anggota.Inti dari sinergi ini adalah menghargai perbedaan, meman-faatkan kelebihan, dan mengisi kekurangan masing-masing anggota.
Ø Komunikasi antar anggota tidak setiap siswa mempunyai keahlian mendengarkan don berbicara. Keberhasilan suatu kelompok juga bergantung pada kesediaon para anggotanya untuk saling mendengarkan don kemampuan mereka untuk mengutarakan pendapat mereka
Ø Evaluasi pengajar perlu menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan hasil kerja sama mereka agar selanjutnya bisa bekerja sama dengan lebih efektif. Waktu evaluasi ini tidak perlu diadakan setiap kali ada kerja kelompok, tetapi bisa diadakan selang beberapa waktu setelah beberapa kali pembelaiar terlibat dalam kegiatan pembelajaran Cooperative Learning.
2. Bagaimana pembelajaran kooperatif menjadi motivator positif untuk populasi siswa yang beragam?
a. Mengembangkan sikap: membuat disposisi yang menguntungkan terhadap pengalaman belajar melalui relevansi pribadi dan pilihan. Kerjasama dapat meningkatkan kepuasan siswa melalui pengalaman belajar yang secara aktif melibatkan siswa dalam merancang dan menyelesaikan prosedur kelas dan isi pelajaran (Johnson & Jonhson 1990).                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               
b. Pembelajaran Kooperatif mengembangkan keterampilan interaksi sosial siswa Komponen utama pembelajaran diuraikan oleh Johnson, Johnson dan Holubec (1984) termasuk pelatihan dalam keterampilan sosial siswa yang dibutuhkan untuk bekerja sama. Dalam masyarakat kita dan kerangka pendidikan saat ini, persaingan dinilai dari kerjasama. Dengan meminta anggota kelompok untuk mengidentifikasi apa perilaku membantu mereka dalam bekerja sama dan dengan meminta individu untuk merefleksikan kontribusi mereka terhadap keberhasilan atau kegagalan suatu kelompok, siswa dibuat sadar akan kebutuhan untuk sehat, positif, interaksi membantu (Panitz 1996;. Cohen & Cohen 1991)
c.  Melahirkan kompetensi: menciptakan pemahaman bahwa peserta didik yang efektif dalam belajar sesuatu yang mereka nilai Pembelajaran kooperatif mengembangkan keterampilan berpikir tingkat yang lebih tinggi (Webb 1982). Siswa terlibat dalam proses belajar, bukan pasif mendengarkan guru. Pasangan siswa (diikuti oleh tiga orang dan kelompok lebih besar) bekerja bersama-sama mewakili kelompok merupakan kerja sama paling afektif dari interaksi (Schwartz, hitam, aneh 1991) ketika siswa bekerja berpasangan satu orang yang mendengarkan sementara mitra lainnya membahas pertanyaan penyelidikan.
d. Meningkatkan makna; menciptakan menantang, pengalaman belajar bijaksana yang mencakup nilai-nilai dan perspektif peserta didik dan memberikan kontribusi ke masyarakat yang adil Fokus pembelajaran kooperatif adalah untuk secara aktif melibatkan siswa dalam proses pembelajaran (Slavin 1980). Setiap kali dua atau lebih siswa berusaha untuk memecahkan masalah atau menjawab pertanyaan dan mereka menjadi terlibat dalam proses pembelajaran eksplorasi.
3. Metode pembelajaran kooperatif learning mempunyai manfaat-manfaat yang positif apabila diterapkan di ruang kelas. Beberapa keuntungannya antara lain:
a. mengajarkan siswa menjadi percaya pada guru,
b. kemampuan untuk berfikir,
c.  mencari informasi dari sumber lain dan belajar dari siswa lain;
d. mendorong siswa untuk mengungkapkan idenya secara verbal dan membandingkan dengan ide temannya;
e.  dan membantu siswa belajar menghormati siswa yang pintar dan siswa yang lemah,
4. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran kooperatif ini mengemukakan bermacam ragam tujuan intelektual dan mengembangkan ketrampilan-ketrampilan untuk memproses yang dibutuhkan siswa karena pada dasarnya model pembelajaran kooperatif sebetulnya adalah suatu istilah yang memayungi sejumlah pendekatan diskusi kelompok kecil.Penerapan mpdel pembelajaran kooperatif dapat dilihat dari cara siswa mengerjakan tugas. Kapanpun siswa bekerjasama dalam kelompok ecil yang terdiri dari dua orang atau lebih bisa dikatakan bahwa siswa sedang terlibat dalam model pembelajaran kooperatif. Untuk keefektifan dari setiap penerapan model pembelajaran kooperatif ini, siswa perlu mendapatkan dan mempraktekkan sejumlah ketrampilan-ketrampilan spesifik sehingga akan tertanam kesadaran, pengetahuan dan kemampuan bekerjasama dengan siswa yang lain.
5. Adapun manfaat dan keterbatasan pembelajaran kooperatif adalah :
a. Manfaat pembelajaran kooperatif
Ø Meningkatkan hasil belajar peserta didik.
Ø Meningkatkan hubungan antar kelompok, belajar kooperatif memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan teman satu tim untuk mencerna materi pembelajaran.
Ø Meningkatkan rasa percaya diri dan memotivasi belajar, belajar kooperatif dapat membina kebersamaan, peduli satu sama lain dan tenggang rasa, serta mempunyai andil terhadap keberhasilan tim.
Ø Menumbuhkan realisasi kebutuhan peserta didik untuk belajar berpikir, belajar kooperatif dapat diterapkan untuk berbagai materi ajar, seperti pemahaman yang rumit, pelaksanaan kaijian proyek, dan latihan memecahkan masalah.
Ø Memadukan dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan.
Ø Meningkatkan perilaku dan kehadiran di kelas.
Ø Relatif murah karena tidak memerlukan biaya khusus untuk menerapkannya.
b. Keterbatasan pembelajaran kooperatif adalah :
Ø Memerlukan waktu yang cukup bagi setiap peserta didik untuk bekerja dalam tim.
Ø Memerlukan latihan agar peserta didik terbiasa bekerja dalam tim.
Ø Model belajar kooperatif yang diterapkan harus sesuai dengan pembahasan materi ajar, materi ajar harus dipilih sebaik-baiknya agar sesuai dengan misi belajar kooperatif.
Ø Memerlukan format penilaian belajar yang berbeda.
Ø Memerlukan kemampuan khusus bagi guru untuk mengkaji berbagai teknik pelaksanaan pembelajaran kooperatif.
6. Kelebihan dan kelemahan pembelajaran kooperatif:
a. Keunggulan model pembelajaran kooperatif sebagai berikut:
Ø Melalui pembelajaran kooperatif siswa tidak terlalu tergantung pada guru, tapi dapat menambah kemampuan berfikir sendiri, menemukan informasi dari berbagi sumber, dan belajar dari siswa yang lain.
Ø Pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan mengungkapkan ide atau gagasan dengan kata-kata secara verbal dan membandingkannya dengan ide-ide orang lain.
Ø Pembelajaran kooperatif dapat membantu anak untuk respek pada orang lain dan menyadari akan segala keterbatasannya serta menerima segala perbedaan.
Ø Pembelajaran kooperatif dapat membantu memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab dalam belajar.
Ø Pembelajaran kooperatif merupakan strategi yang cukup ampuh untuk meningkatkan prestasi akademik sekaligus kemampuan sosial, termasuk mengembangkan rasa harga diri, hubungan interpersonal yang positif dengan yang lain, mengembangkan keterampilan me-manage waktu, dan sikap positif terhadap sekolah.
Ø Melalui pembelajaran kooperatif dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk menguji ide dan pemahamannya sendiri, menerima umpan balik. Siswa dapat berpraktik memecahkan masalah tanpa takut membuat kesalahan, karena keputusan yang dibuat adalah tanggung jawab kelompoknya.
Ø Pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan informasi dan kemampuan belajar abstrak menjadi nyata (riil).
Ø Interaksi selama kooperatif berlangsung dapat meningkatkan motivasi dan memberikan rangsangan untuk berfikir. Hal ini berguna untuk proses pendidikan jangka panjang.
b. keunggulan, model pembelajaran kooperatif juga memiliki kelemahan diantaranya:
Ø Untuk memahami dan mengerti filosofis pembelajaran kooperatif membutuhkan waktu yang lama. Sebagai contoh siswa yang mempunyai kelebihan akan merasa terhambat oleh siswa yang mempunyai kemampuan kurang, akibatnya keadaan seperti ini dapat mengganggu iklim kerjasama dalam kelompok.
Ø Ciri utama dari pembelajaran kooperatif adalah bahwa setiap saling membelajarkan. Oleh karena itu jika tanpa peer teaching yang efektif, bila dibandingkan dengan pembelajaran langsung dari guru, bisa terjadi cara belajar yang demikian apa yang harus dipelajari dan dipahami tidak dicapai oleh siswa.
Ø Penilaian yang diberikan dalam pembelajaran kooperatif kepada hasil kelompok, namun guru perlu menyadari bahwa hasil atau presentasi yang diharapkan sebanarnya adalah hasil atau presentasi setiap individu siswa.
Ø Keberhasilan pembelajaran kooperatif dalam upaya mengembangkan kesadaran berkelompok memerlukan periode waktu yang cukup panjang, dan ini tidak mungkin dicapai hanya dalam waktu satu atau beberapa kali penerapan strategi.